Postingan

305

Tak ada hujan, tak ada angin Tak ada juga mentari Tak ada pula dewi malam Siang terasa bukan siang Malam pun terasa tak lengkap

Secangkir Kisah tentang Hujan

Tak banyak hal yang berubah dari hatinya. Masih terkunci rapat, dingin, dan berdebu. Tak ada sedikit pun rasa dari luar yang hinggap padanya setelah sekian lama. Tak ada sedikit pun rasa yang terpancar dari dalam untuk menghangatkan hatinya.   Ia terlalu asyik dan sibuk dengan kesendiriannya. Sehari-hari, hanya buku-buku yang menemaninya. Terkadang, ada secangkir kopi atau teh hangat yang menghangatkan suasana. Di rumahnya, ia punya sebuah tempat khusus untuknya membaca. Bernuansakan cokelat, ruangan berbentuk persegi panjang tersebut terkesan rileks. Terdapat sebuah sofa bewarna senada dengan meja kecil di sampingnya. Dua sisi tembok ruangan tersebut terdapat rak yang menjulang dari dasar lantai hingga hampir menyentuh plafon.

Sendiri

Diam, sepi, sunyi Mulut terkunci rapat Tak ada suatu katapun mampu meluncur keluar Sejuta hal dalam pikiran Tapi semuanya terperangkap Seolah tak ada energi yang mampu mendorongnya keluar

Tanya.

Dia sendiri Diam, merenung Hanya ditemani alam Angin yang membelai rambutnya Sinar Sang Surya yang menghangatkannya                 Pandangannya jauh ke depan                 Entah apa yang dilihatnya                 Entah apa yang terlintas dipikirannya                 Entah apa yang mengusik batinnya

Being Sociopreneur: Yay or Nay?

Gambar
Berawal dari melihat pengumuman mengenai lomba Writing on the Web (WOW), saya akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Pusat Karir (Puskar) Universitas Kristen (UK) Petra ini. Dan ya, inilah hasil dari ‘eskperimen’ tersebut. Hope you enjoy this! All comments are welcome!

Aku, Kau, dan Sang Lunar

Gambar
  Langit cerah tak berawan adalah suatu anugerah yang istimewa untukku. Setidaknya untuk malam ini. Akhirnya, populasi awan di troposfer berkurang. Kuambil kameraku yang lama tak kugunakan, dan kuarahkan lensanya ke langit, berharap menemukan suatu objek yang dapat kupotret. Beruntung sekali, akhirnya ia keluar dari persembunyiannya setelah sekian lama.

DKI 1: Tangga Menuju RI 1?

     Belum juga tahun 2016 ditutup, topik mengenai pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) DKI Jakarta santer diberitakan, bahkan sudah dibicarakan sejak awal tahun 2016. Padahal, pemilihan ini baru akan diadakan pada awal tahun 2017 mendatang. Tidak heran jika topik ini menjadi trending topic diberbagai media serta pembicaraan hangat pada berbagai kalangan, terutama mereka yang bergerak di dunia politik dan masyarakat DKI Jakarta.      Poin utama dari pilgub ini adalah calon. Berbagai nama muncul silih berganti tanpa ada kepastian hingga memunculkan berbagai spekulasi. Tak hanya politikus dan praktisi hukum yang rindu akan jabatan DKI 1, tapi juga masyarakat awam serta pebisnis. Memang, jabatan ini sangat menggiurkan dan dapat dijadikan sebagai batu loncatan dalam dunia perpolitikan. Setelah berbulan-bulan penuh spekulasi dan tanda tanya, akhirnya pada 22 September 2016 lalu rasa penasaran publik terjawab, siapa yang mendaftar sebagai ...

Hujan

Hujan menyisakan sejuta cerita untuk dinikmati. Tiap tetesnya meninggalkan sejuta kenangan yang menjadi bagian dari masa lalu. Aliran airnya menyejukkan batin serta hati yang terasa kering. Dan itulah yang kurasakan, tiap kali hujan datang menghampiri hariku. Tak semua orang mencintai tetes hujan itu, termasuk aku. Dulu aku menyukai hujan. Ia hadir menawarkan nuansa kesegaran yang mampu meningkatkan semangat dan kemampuan berpikir logisku. Tiap kali hujan, selalu ada karya yang dapat kuhasilkan. Atau setidaknya, aku dapat menikmati secangkir kopi dan sepotong roti bakar dengan tenang sambil menyelesaikan tugas-tugasku.

Macet: Salah Siapa? [opinion]

Asap polusi dan suara bising klakson sudah menjadi teman akrabku semenjak aku kecil. Ya, mungkin itulah yang disebut sebagai salah satu 'karunia' berkampung halaman di sebuah kota metropolitan, kota terbesar kedua se-Indonesia. Ditemani sepeda motor matik merah itu, kuselusuri berbagai sudut kota. Tak banyak pemandangan yang berbeda. Kendaraan bermotor di mana-mana. Bahkan, jika dilihat-lihat, sepeda motor yang baru lepas dari pemberhentian oleh lampu lalu lintas tampak seperti lebah yang baru keluar dari sarangnya. 

Deep Breath

Gambar
Sejuta pertanyaan muncul di benakku Tak pernah ada satupun jawab yang terpikirkan Terlintas sedikitpun tidak Namun rasa penasaran ini terus menerus menghantuiku             Sudah kutanyakan rasa penasaran itu             Bahkan Dewi Athena dengan kebijaksanaannya tak memiliki jawabannya Sungguh, kuakui Teori Aristoteles ataupun Plato pun tak mampu memecahkan permasalahan ini

A Night To Remember

Gambar
Malam ini sangat cerah, terlampau cerah bahkan. Jutaan bintang bertaburan menghiasi langit malam, mewarnai atmosfer bumi ini. Rasi bintang Orion tampak jelas, sosok pemburu   besar yang gagah berani. Setitik cahaya Betelgeuse makin mempercantik malam ini.                 Angin berdesir, menghembuskan kesegaran bagiku, dan bagimu di tengah padang ini. Meski udara dingin membuatku gemetaran, kurasakan pancaran kehangatan dari senyumanmu yang tak hentinya mengembang. Cahaya kebahagiaan terpancar dari matamu. Mulutmu tak hentinya memuji karya agung Sang Pencipta.

Memories

Tidak semua kenangan itu indah, dan tidak semua kenangan itu pahit. Setiap pengalaman memiliki rasanya masing-masing. Terkadang, benda-benda, tempat-tempat, atau saat-saat tertentu melemparkanku kembali pada kenangan itu . Kenangan yang sudah lama ingin kulempar jauh-jauh.             Sudah berulang kali aku hampir berada pada situasi seperti ini. Tapi, selalu saja aku tidak siap. Berulang kali aku mendengar kabar rencana kepergiannya. Ada perasaan kalut yang berkecamuk dalam jiwaku, entah apa penyebabnya. Seharusnya aku tidak seperti ini. Seharusnya aku justru biasa saja, atau bahkan tidak memikirannya sama sekali.

Rindu

Tidak, aku tidak sendiri Sesak penuh keramaian Berjuta jenis suara mengalir menggetarkan gendang telingaku Tapi pikiranku sunyi senyap Sedang hati ini terasa kosong dan hampa Jerit rindu terus menggema Semua terasa berbeda dan lain dari biasanya Hati ini seolah mencari-cari apa gerangan yang telah lenyap Mencuil sebagian dari apa yang ada Mengosongkan kehangatan yang ada Meninggalkan bekas-bekas kebersamaan Yang kelamaan akan luntur Terbawa arus waktu

Rindu

Tidak, aku tidak sendiri Sesak penuh keramaian Berjuta jenis suara mengalir menggetarkan gendang telingaku Tapi pikiranku sunyi senyap Sedang hati ini terasa kosong dan hampa Jerit rindu terus menggema Semua terasa berbeda dan lain dari biasanya Hati ini seolah mencari-cari apa gerangan yang telah lenyap Mencuil sebagian dari apa yang ada Mengosongkan kehangatan yang ada Meninggalkan bekas-bekas kebersamaan Yang kelamaan akan luntur Terbawa arus waktu

Blessed 18

Hari ini adalah sebuah hari yang spesial Setahun lagi Tuhan tambahkan usia untukku Setahun lagi Tuhan memberikan kesempatan untukku lebih banyak berkarya Setahun lagi Tuhan mengutusku tetap di dunia 18 bukanlah sekadar angka  Yang digoreskan menggunakan pena dengan mudahnya 18 adalah sebuah bukti Bukti cinta kasih Tuhan yang sudah kunikmati 18 adalah sebuah pertanda Semakin berkurang waktuku di dunia ini Semakin banyak yang harus kulakukan

My very first novel : Dalam Pelukan Salju

Hello peeps! :) Finally! Shout to the Lord! Setelah proses yang panjang, pada hari yang spesial ini novel "Dalam Pelukan Salju" dirilis. Novel bergenre fantasi, petualangan, dan cinta ini merupakan novel perdana dari Regina Bella Rosari yang diterbitkan oleh @nulisbuku (on instagram). Ingin tahu lebih banyak tentang novel ini? Check di http://nulisbuku.com/ books/view_book/8800/ dalam-pelukan-salju God bless you all and happy holiday! Regina Bella Rosari Facebook: Regina Bella Rosari Instagram: reberoo_  / reberosdiary E-mail: reberoolin@gmail.com 

Broken Heart.

Mencintainya bukanlah hal yang mudah. Bertahun-tahun aku berusaha membuka hati untuk orang yang baru, tetapi tidak berhasil. Kini, ia hadir dalam hidupku. Ialah yang berhasil membuka pintu hatiku yang terkunci rapat, melembutkan perasaanku yang terlalu lama cuek, dan menghangatkan jiwaku di tengah serbuan angin kesendirian.             Ia memang bukanlah seorang yang secara fisik kuinginkan. Tepatnya, aku tidak pernah membayangkan ia sebagai seorang yang mengisi hari-hariku. Terlintas sekalipun tidak. Mungkin hanya sekadar teman biasa yang tidak begitu memiliki makna dalam hidupku.             Kini, aku mulai sadar bahwa aku terpesona dengan senyumannya yang selalu tampak sempurna. Bahkan terkadang aku merasa senyuman itu hanya ditujukan untuk diriku seorang. Aku juga terpesona dengan semua yang ia katakan. Ucapan yang keluar dari bibirnya selalu tersimpan dalam hati, seola...

1000 Camelia [part 16 - LAST PART]

Hai, Elena. Nanti malam bisa bertemu? Aku kangen banget .             Pesan itu muncul pada layar ponsel Elena begitu Elena membuka matanya. Suasana hatinya berubah menjadi sangat bahagia. Ia yakin, jika ia berkaca saat itu juga pasti pipi bulatnya sudah bewarna merah muda. Tanpa banyak berpikir panjang, Elena menyetujui permintaan Alan. Saking bahagianya menerima pesan dari Alan dipagi hari, Elena sampai melupakan suatu hal yang penting pada hari itu: hari ulang tahunnya. Bahkan, ia baru menyadari setelah Sofia, Evan, Joan, dan beberapa teman lainnya memberikan kejutan kecil untuk Elena. Tidak tampak Alan sama sekali, tapi Elena juga tidak berniat menanyakan keberadaan Alan. Lilin berangka dua puluh telah ia tiup. Sebelumnya, ia membuat sebuah harapan yang ia ucapkan pada malam sebelumya – keinginan bertemu dengan seorang misterius yang mengiriminya Bunga Camelia putih setiap hari.

1000 Camelia [part 15]

Sejujurnya, Elena berharap Alan memberikan jawaban yang lebih. Paling tidak memberikan pemecahan masalah dalam bentuk konkretnya. Tapi, entah mengapa jawaban Alan yang sebenarnya sama sekali tidak memuaskan itu dapat menenangkan hatinya. Setidaknya membuat pikirannya sedikit lebih jernih.             “Len, kamu nggak apa-apa?” tanpa Elena sadari Elvira sudah duduk di sampingnya, memeluk pundaknya. “Kamu kelihatan pendiam akhir-akhir ini. Cerita dong sama aku. Tentang pengirim bunga itu ya?”             “Aku nggak terlalu memikirkan itu, Vir. Toh nggak membahayakan, dan aku suka banget sama Bunga Camelia.”

1000 Camelia [part 14]

Beruntung sekali, Elena langsung menyetujui ajakan Evan tanpa banyak bertanya lebih lanjut. Biasanya, ia selalu kalah dalam memberikan alasan pada Elena. Mungkin, alam semesta bersekutu untuk mendukungnya untuk acara spesial malam ini.             Evan tidak sanggup menunggu lebih lama lagi. Semakin cepat langkah yang diambil, maka semakin bagus juga hasil yang akan diperoleh. Tidak ada harapan lainnya selain rencana berjalan lancar malam ini.