Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah Nyata

Surya dan Mentari

Andai, cerita kita seperti Surya dan Mentari. Rupanya, hari ini hari ke tiga puluh. Tepat tiga puluh coretan merah kecil-kecil juga melintang pada kalender kecil yang bertengger di atas mejaku. Tepat tiga puluh hari, tirai biru tua menghalangi sentuhan alam menembus kamarku. Tepat empat minggu, aku terbenam dalam duniaku. Kalau bukan karena burung kecil yang mendadak hinggap mengetuk-ngetuk kaca jendelaku, aku belum mau bersentuhan dengan alam. Ruang kamar seluas lima meter persegi ini sudah cukup menjadi duniaku, menjadi semestaku. Balut selimut sudah cukup menenangkanku. Sekali lagi, kutarik selimut hingga menutup seluruh tubuhku. Kubungkam telinga dengan bantal, berharap sunyi segera menguasaiku. Sial, burung kecil terus mengetuk-ngetuk kaca jendelaku. Langit terhampar sangat luas untuk dilewatinya, kenapa mesti mengganggu siangku? "Akhirnya, kamar ini disiram sinar matahari." Seorang perempuan dengan rambut pendek sebahu memasuki teritoriku. Secara tida...

[BOOK REVIEW] Presiden Gus Dur The Untold Stories

Gambar
Sumber: Goodreads Presiden Gus Dur The Untold Stories: Kiai di Istana Rakyat Judul Buku: Presiden Gus Dur The Untold Stories: Kiai di Istana Rakyat Penulis: Priyo Sambadha Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia Jakarta Tahun terbit: 2014 (cetakan pertama) Tebal: 156 halaman Rasanya, tak ada seorangpun yang tak kenal sosok presiden keempat Republik Indonesia ini. Mulai dari masyarakat yang ' njamani'   era kepemimpinannya, hingga generasi 'zaman now' yang mungkin mengetahui Gus Dur karena dipaksa menghafalkan sejarah bangsa. Apalagi, sampai saat ini ungkapan khasnya " Gitu aja kok repot ? " masih sering diucapkan berbagai kalangan. Di sini, kisah Gus Dur ditulis dengan perspektif pribadi Priyo Sambadha, seorang anggota staf kepresidenan. Ketika Gus Dur menjabat, Priyo telah mengabdi di lingkungan istana 14 tahun lamanya. Jadi, sedikit-banyak Priyo membandingkan bagaimana keseharian Gus Dur dengan presiden-presiden sebelum Gus...

Di Balik Cerita Manis Itu - Part 2

Gambar
Inilah cerita babak final yang tak kalah epic. “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:14   Senin, 26 Maret 2018 menjadi tanggal yang cukup dinanti bagi kami. Setelah seharian sibuk mempersiapkan kejutan ulang tahun bagi sahabat kami, Sarah, malamnya kami diliputi kegelisahan. Seharusnya, pengumuman finalis sudah diluncurkan tepat pukul 19.00. Namun, pengumuman baru diluncurkan sekitar dua jam setelahnya. Betapa terkejutnya kami, ketika kami terpilih sebagai salah satu finalis. Hari-hari selanjutnya diliputi kegelisahan sembari menanti brief untuk babak final. Setelah menerima brief, kami pun diliputi kegelisahan yang makin ekstrim. Terdapat shocking project yang harus kami garap di hari final. Betapa paniknya kami, berusaha menebak-nebak apa yang harus kami lakukan. Maklum, inilah pertama kalinya kami mengikuti lomba semasa kami berkuliah. Singkat cerita, kami melakukan berbagai persiapan. Kamis, 5 April 2018. Sesuai rundown,...

Di Balik Cerita Manis Itu - Part 1

Gambar
Inilah cerita babak penyisihan yang epic bagi kami. “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14) Salah satu adegan dalam video advertising kami. Hatiku tergerak untuk menceritakan apa yang baru saja terjadi sebulan belakangan. Sebuah pengalaman di tengah kesibukan yang menjadi pelajaran amat berharga bagiku, secara personal (dan semoga bagi para pembaca). Kamis, 1 Maret 2018. Dalam sebuah mata kuliah, yang masih membahas mengenai materi, tiba-tiba di hari itu membahas tentang lomba. Sepanjang kelas yang berdurasi 150 menit hari itu, diisi dengan aktivitas brainstorming ide yang melelahkan. Bagaimana susahnya mendapatkan ide, dan ketika menemukan ide rupanya ide tersebut terlalu mainstream. Terus mengocok isi kepala dengan ide-ide baru sembari berusaha memahami brief (penjelasan lomba) yang cukup panjang. Biar kuceritakan sedikit isi brief tersebut agar mudah mengikuti runtutan ceritaku ini. Jadi, dalam brief tersebut,...

The Vessel [2]

Back to  The Vessel [1]       Tak hanya tugas, berlanjut pada kegiatan organisasi. Aku tak pernah mengira tanggung jawab yang kudapatkan sedemikian besarnya. Saran dan kritik sudah menjadi makanan sehari-hari yang harus ditelan dengan nikmat. Kemampuan berkomunikasi dan memanajemen menjadi hal yang wajib kumiliki. Kemampuan mendekatkan diri dan menjalin relasi dengan rekan-rekan satu tim juga harus kuterapkan. Dengan kepribadian yang ceria dan cukup mudah mengalah, tak mudah bagiku untuk dapat menguasai puluhan mulut yang menyuarakan ide-ide cemerlang (karena aku sendiri juga banyak bicara). Belum lagi, ketika ada masalah menghadang dan sisi melankoli muncul. Rasanya ingin segera angkat kaki saja menuju dimensi waktu yang lain.       Menjadi asisten tutorial juga bukan pekerjaan yang mudah. Setahun lalu, ketika aku hanyalah seorang peserta, aku melihat asisten tutorial bukanlah pekerjaan yang susah. Cukup membaca materi yang ada...

The Vessel [1]

Mengiring-Mu, seumur hidupku Masuk dalam rencana-Mu, Bapa Pikiranku, kehendakku, kuserahkan pada-Mu Harapanku hanya di dalam-Mu Kukan teguh bersama-Mu Tuhan Jadikanku, bejana-Mu untuk memuliakan-Mu        Lagu dengan tempo slow ini menohokku dengan keras semalam. Lagu yang membuatku menangis dan tenggelam dalam lirik serta iramanya, setelah sekian lama tak merasakan demikian. Entahlah, seolah Tuhan berbicara padaku semalam lewat lagu ini. Akan kuceritakan sedikit kisahnya.          Semua berawal ketika aku menginjak tahun kedua studi di perguruan tinggi ini. Dengan penuh kebanggaan, kuambil jumlah SKS yang lebih banyak dari sebelumnya. Kuterima tawaran jabatan yang prestisius di organisasi. Tak tanggung-tanggung, pada semester sebelumnya aku memutuskan untuk menjadi seorang asisten tutorial pula. Belum lagi, bagaimana relasiku dengan orang-orang di sekitarku. Bukanlah hal yang mudah untuk dilalui, demikian kata...

Cahaya di Penjuru Hati: Sebuah kisah yang menyihir setiap insan pembaca

Gambar
Sebuah kisah hidup yang penuh liku disajikan dengan sangat apik oleh penulis favorit saya, Alberthiene Endah. Bagi sebagian orang, mungkin kisah hidup alias biografi tergolong membosankan, karena alurnya yang begitu-begitu saja tanpa ada bumbu-bumbu fantasi di dalamnya. Bagi mereka penikmat biografi, tentu, biografi menyajikan kekhasannya sendiri yang membedakannya dengan jenis buku lainnya. Namun, kali ini, saya kira kisah pemilik Andi Publisher mampu menyihir setiap pembacanya dalam dunianya, tanpa terkecuali. Alurnya sangat menarik                 Pada setiap babnya, kisah diawali dengan kondisi pada tahun 2014, di mana J.H. Gondowijoyo berada pada titik kritis hidupnya untuk kesekian kali. Belahan jiwanya, jantung hatinya, bidadarinya, Liliawati Gondowijoyo tertidur selama beberapa waktu lamanya dalam ruang ICU. Namanya saja belahan jiwa, J.H. Gondowijoyo dikisahkan sungguh amat sedih dengan ko...