Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Hujan Bulan Desember

Aku tahu hujan, yang secara misterius membawa aroma menggoda. Aku suka hujan, yang menggelitik sanubariku dengan milyaran rasa. Aku cinta hujan, yang mempertemukan kau dan aku di bawah payung yang satu.        Ku tak lari lagi dari hujan.        Ku tak lari lagi menghindar,          kabur, ataupun menjauh.        Ku rasakan tetes air hujan,        mengaliri setiap inci kulitku,        membawa sensasi yang tak dapat dijelaskan. Payung malam itu, ‘kan jadi kenangan indah, bukti awal dari segala awal. Tak hanya mengurangi percikan air hujan yang dingin, tapi pula meneduhkan hati. Mungkin, masih tersisa bekas tanganku dan tanganmu, yang memegang gagang yang satu.           Angin semilir menggelitik,    menamba...

Bahagia

Bahagia, Sebuah kata yang berlalu-lalang Sebuah frasa yang acap berulang Seolah menjadi sebuah tujuan akhir yang gemilang. Bahagia, Seperti apakah itu? Apa gelak tawa riang tanpa setetes pun air mata? Apa hari indah dengan sinar matahari yang menghangatkan? Apa harta yang berkelimpahan? Bahagia, Entah, sebuah kata, empat suku kata Suatu yang selalu digenta Suatu yang selalu dipinta Suatu yang selalu berusaha dicipta Bahagia, Kapan akan ditampilkan? Siapa yang akan mewujudkan? Di mana ku akan dapatkan? Bahagia, Tak bisa didefinisikan Tak ada seorang pun dapat mempatenkan Apa itu bahagia yang sejati Bahagia, Itu sederhana Memupuk sejuta makna Melahirkan milyaran tresna Bahagia, Dalam satu kedipan mata Cukup, tak perlu lagi meminta Ketika tiada dusta Ketika kau dicinta Ketika kau jadi pelita Bahagia, Sesederhana itu

Palma.

Gambar
picture: Felicia Luvena (luvenafelicia) Lima pekan berlalu sangat cepat, Bak sekedipan mata Tak terasa sedikitpun, Sungguh terlalu cepat                 Sisa sepekan, hanya sepekan                 Sepekan lagi untuk mempersiapkan diri                 Sepekan lagi untuk mengakhiri                 masa retret agung   ini Ratusan helai palma dilambaikan Ribuan tangan menjunjung tinggi Ratusan helai palma menari diudara Ribuan tangan berebut siraman air suci                 Sukacita, gelak tawa, dan kegembiraan             ...

Bintang

Sendiri lebih baik, pikirnya                 Di antara jutaan bintang dalam satu gugusnya, ia memang lain dari yang lain. Ketika hampir seluruh bintang tersebut berkumpul pada posisi tertentu, ia memilih untuk sendiri. Entahlah, ia tak ingat bagaimana kelahirannya. Ia tak ingat, apakah ia yang memilih untuk sendiri, atau sebaliknya ia memang terlahir untuk sendiri.                 Tak selamanya ia sendiri. Siklus rotasi yang dijalaninya di angkasa luas sesekali membuatnya berjumpa dengan beberapa rekan. Beberapa rekan membuatnya merasa berkelompok ternyata mengasyikan. Beberapa rekan justru membuatnya merasa sendiri adalah hal yang terindah yang dianugerahkan semesta kepadanya.                           ...

Zebra Cross.

Gambar
Orang bilang, zebra cross hanya sekadar garis Sebuah penanda untuk   para penyebrang Demi keselamatan Yang dibuat oleh aparat penegak hukum Bukan, bagiku zebra cross lebih dari itu Bagiku, zebra cross sangat indah Meski hanyalah goresan cat putih yang mewarnai aspal abu kelam Tetapi menyimpan sejuta rasa