Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mimpi

Bintang

Sendiri lebih baik, pikirnya                 Di antara jutaan bintang dalam satu gugusnya, ia memang lain dari yang lain. Ketika hampir seluruh bintang tersebut berkumpul pada posisi tertentu, ia memilih untuk sendiri. Entahlah, ia tak ingat bagaimana kelahirannya. Ia tak ingat, apakah ia yang memilih untuk sendiri, atau sebaliknya ia memang terlahir untuk sendiri.                 Tak selamanya ia sendiri. Siklus rotasi yang dijalaninya di angkasa luas sesekali membuatnya berjumpa dengan beberapa rekan. Beberapa rekan membuatnya merasa berkelompok ternyata mengasyikan. Beberapa rekan justru membuatnya merasa sendiri adalah hal yang terindah yang dianugerahkan semesta kepadanya.                           ...

Menapak Realita [2]

Dengan tegas kusampaikan pendapatku bahwa yang paling bertanggung jawab atas penjebakan diri kita sendiri pada rutinitas adalah diri kita sendiri. Ya, DIRI KITA SENDIRI. Bagiku, rutinitas bukanlah suatu hal yang dapat disalahkan sebagai suatu yang memerangkap kita. Sebaliknya, kita sendirilah yang tanpa kita sadari memerangkap diri dalam rutinitas. Dan, parahnya, kita memerangkap diri kita dalam rutinitas yang tidak membangun masa depan.   Bagiku, kita tidak dapat munafik dengan berkata kita bisa hidup dalam rutinitas. Bangun pagi, menggosok gigi, kemudian mandi adalah bentuk kecil dari rutinitas. Jadi, hiduplah dalam rutinitas yang dapat membangun masa depan. Rutinitas yang baik akan membentuk pondasi yang baik bagi berdirinya bangunan masa depan kita. Dengan kata lain, melalui rutinitas tersebut kita akan berpindah dari satu titik ke titik lainnya secara vertikal. Sebaliknya, rutinitas yang ‘biasa’ akan membawa kita hanya bergeser dari satu titik ke titik lainnya secara horiz...

Menapak Realita [1]

Muda, kuat, dan bebas. Itulah yang kurasakan saat ini. Berjiwa muda dengan sejuta mimpi yang ingin diraih, tubuh jasmani yang masih mampu melakukan berbagai hal sendiri, serta bebas melakukan apa saja yang kuingin lakukan tanpa ada batasan. Namun, akhir-akhir ini aku menyadari satu hal: benarkah jenis kehidupan ini yang sedang kujalani bersama rekan sebaya? Jika dilihat saat ini, ya, memang itulah kehidupan yang sedang kujalani. Seolah tidak ada halangan yang merintang keinginanku, selama keinginan tersebut adalah suatu hal yang baik. Tak lupa, harus menjalani rutinitas sehari-hari. Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki kesempatan belajar yang luar biasa di antara 2% penduduk Indonesia yang mampu berkuliah, tentu aku sangat bangga menjalani ‘rutinitas’ tersebut. Dengan berbagai kebutuhan yang serba terpenuhi, aku dapat berfokus menempuh studiku.