One Short Journey [part 03]

When you take time with God and listen to His voice, He renews your strength and enables you to handle life.


Untuk pagi ini, aku memutuskan untuk segera beranjak dari kasurku ketika aku sudah terbangun dari tidurku. Lagi, tidurku tak pulas, seperti ada sesuatu yang mengusik nyamannya tidur malam. Seolah takut, tidurku ini akan berlanjut hingga aku bangun kesiangan (whoops!).
                Meskipun semalam aku terjaga hingga tengah malam, pagi ini aku mampu bangun dengan keadaan yang bahkan lebih segar dibandingkan sehari sebelumnya. Kuputuskan untuk menikmati pagi hari yang indah ini dengan saat teduh pribadi di tempat yang agak terasing sambil ditemani bunyi-bunyi alami yang tak pernah kudengar di Surabaya.
                Setelah menikmati sarapan sekaligus makan untuk terakhir kalinya di tempat ini, kegiatan beranjak pada sesi terakhir yang akan disampaikan pada camp ini. Untuk sesi terakhir ini diberi judul dengan ‘Longing for God: Know You More’.  Sesi penutupan ini bagiku secara pribadi seolah menjadi sesi yang pas untuk menutup camp ini sekaligus memperteguh hati sebelum memasuki ladang pelayanan di kampus tercinta.
                Dalam sesi tersebut diungkapkan bahwa dalam pelayanan, bisa terjadi yang namanya capek, namun hal ini hanya terjadi pada orang yang melayani dengan two faces (membedakan kehidupan pelayanan dengan kehidupan sehari-hari). Dalam pelayanan juga sering kali terjadi kekeringan rohani, yang disebabkan karena hati ini belum siap untuk menerima Firman Tuhan. Kita sering kali juga dipenuhi oleh keinginan agar dapat bermanfaat serta menjadi berkat bagi orang lain. Oleh karena itu, kita harus mampu menghadapi kesepian dan kekosongan kita sendiri. Caranya adalah, dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.
                Ada beberapa buku yang direkomendasikan oleh sang pembicara yang cocok untuk membekali bagi kita yang siap untuk melayani. Yang pertama adalah The Biography of Hudson Tylor, kemudian buku tentang John of the Cross, dan Come be my Light (Mumpung libur, bisa dibaca semuanya :D).
                Sebagai penutup acara camp, diadakan pemberian beberapa gelar untuk panitia dan peserta. Usai bersukacita bersama, ada satu bagian yang tak terlupakan dalam camp ini, yaitu ketika semua peserta diminta oleh pembicara untuk bergandengan tangan membentuk lingkaran untuk berdoa bersama. Sejujurnya, baru pertama kali ini aku merasakan hal ini, yang menurut aku menciptakan efek yang sangat luar biasa. Ada kebersatuan hati di tempat itu, siap untuk menjalankan pelayanan bersama-sama.
            Tak cukup sampai di situ. Peserta masih belum puas dengan kebersamaan ini. Setelah panitia mengajak kami para peserta untuk menyanyi ‘lagu wajib’ lembaga kemahasiswaan yang menaungi camp ini, giliran peserta yang ‘berkuasa’ (HOHOHO). Diawali dengan seorang peserta yang mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh panitia, kami peserta masih dalam formasi lingkaran menyanyi mengelilingi panitia yang duduk di tengah-tengah lingkaran. Dua lagu saja cukup untuk membuat para panitia menangis terharu hingga mengutarakan kebanggaan serta harapan terhadap para peserta camp. Detik itu, yang kurasakan hanyalah I feel home. Ya, ada kesatuan visi dan harapan disini untuk bertumbuh sehingga mampu melayani.
                Mungkin inilah maksud Tuhan meletakkanku pada sekumpulan mahasiswa ini. Bagaikan seorang pengembara di padang gurun yang menemukan oasis, itulah yang kurasakan. Sudah kutemukan setitik cahaya yang dapat mengarahkanku untuk masuk lebih dalam hidup dalam Tuhan.
                Awalnya ingin cepat pulang, kini berharap bisa extend :D

Komentar

  1. akirnya post hari trakir pun disikatnya.. well keren dahh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekalian nih! Thankyou huehehe

      Hapus
  2. Ihh jadi pingin ikut sesi trakhir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eman ya yg ikut padus juga jd nggak bs ikt full sesi wkwkk

      Hapus
  3. Yayy, bukan suatu kebetulan bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa seperti kalian :D pingin retret bareng kalian lagi :(

    BalasHapus
  4. Feel like home... benar sekali 😊
    Semoga dengan diadakannya camp ini, kita semua bisa lebih akrab dan kompak, serta bisa menjadi rekan/partner yang saling bekerjasama membangun (dan melayani) kampus tercinta ini. Semangat calon" leaders! Can't wait to see you on top!

    BalasHapus
  5. Amiin Amiin! Semangaatt jugaaa and See you on top! :D

    BalasHapus
  6. Buat yang kaya gini-gini lagi Regg. Lebih suka aku. WKwkwk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya di Penjuru Hati: Sebuah kisah yang menyihir setiap insan pembaca

Menyelisik Tubuh Gereja HKY Surabaya

Di Balik Cerita Manis Itu - Part 1