Memories

Tidak semua kenangan itu indah, dan tidak semua kenangan itu pahit. Setiap pengalaman memiliki rasanya masing-masing. Terkadang, benda-benda, tempat-tempat, atau saat-saat tertentu melemparkanku kembali pada kenangan itu. Kenangan yang sudah lama ingin kulempar jauh-jauh.
            Sudah berulang kali aku hampir berada pada situasi seperti ini. Tapi, selalu saja aku tidak siap. Berulang kali aku mendengar kabar rencana kepergiannya. Ada perasaan kalut yang berkecamuk dalam jiwaku, entah apa penyebabnya. Seharusnya aku tidak seperti ini. Seharusnya aku justru biasa saja, atau bahkan tidak memikirannya sama sekali.
            Dia hanyalah teman biasa, yang dulunya adalah seorang sahabat. Perasaan ini yang merenggangkan ikatan persahabatan. Perasaan yang belum sempat bertumbuh, namun perlahahan memudarkan ikatan persahabatan. Dengan sekuat tenaga aku berusaha menampik perasaan itu, aku tidak ingin ada perasaan lain yang tumbuh. Ya, hanya demi persahabatan.
            Akhirnya aku berhasil. Diam-diam, perasaan itu mulai hilang seiring berjalannya waktu. Tapi entah mengapa hati ini sering kali terasa perih ketika melihatnya bersama orang lain. Dan kini, rasa takut kehilangan dirinya kembali merasukiku, bagaikan seorang gadis yang takut ditinggal pergi kekasihnya.
            Mungkin perpisahan ini akan menjadi awal yang baik untuk memulai segala sesuatunya dengan lebih baik, mewujudkan impian menjadi kenyataan. Mungkin akan lebih baik juga jika dia tahu perasaan yang pernah mengendap, meski hanya sebentar.
            Susah melepaskan dirinya bukan berarti semua kenangan bersamanya selalu indah bak kisah putri dan pangeran di negeri dongeng. Justru sebaliknya. Kenangan-kenangan buruk yang ada tetap membekas dalam lubuk hati yang terdalam, sama seperti kenangan indah memberikan citarasa manis. Tapi, apa daya? Tidak ada yang dapat kulakukan untuk menghilangkan peristiwa yang terlanjur terukir itu. Waktu tak bisa diputar kembali, bukan?

            Kenangan, kenangan, dan kenangan. Mungkin aku sudah terjebak dalam zona nyaman kenangan. Dan ya, bukanlah perkara mudah untuk merangkak keluar dari lubang masa lalu ini. Meski susah, aku tahu masa-masa ini akan berakhir, cepat atau lambat. Aku yakin, akan semakin cepat ketika ada tali penolong dari masa depan yang menarikku keluar dan membawaku pada ruang waktu yang baru, dengan sejuta kenangan manis yang disiapkan. []

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya di Penjuru Hati: Sebuah kisah yang menyihir setiap insan pembaca

Di Balik Cerita Manis Itu - Part 1

Menyelisik Tubuh Gereja HKY Surabaya