Rindu

Tidak, aku tidak sendiri
Sesak penuh keramaian
Berjuta jenis suara mengalir
menggetarkan gendang telingaku
Tapi pikiranku sunyi senyap
Sedang hati ini terasa kosong dan hampa
Jerit rindu terus menggema
Semua terasa berbeda dan lain dari biasanya
Hati ini seolah mencari-cari
apa gerangan yang telah lenyap
Mencuil sebagian dari apa yang ada
Mengosongkan kehangatan yang ada
Meninggalkan bekas-bekas kebersamaan
Yang kelamaan akan luntur
Terbawa arus waktu
Dan kini perlahan kusadari
Ini semua karena dia
yang mendadak hilang dari keseharianku
Dia yang hampir tak pernah kutemui
Bukan dia yang berada di depanku
Ketika mulut mengungkapkan kata perpisahan
Hati ini belum benar-benar siap
Aku dan dia hanyalah sepasang remaja
Yang secara kebetulan dipertemukan
dalam sebuah ruang kebersamaan yang singkat
Nostalgia pun tak mampu membawa kami kembali bersama
Ya, ini memang salahku
Salah hatiku
Tak sepatutnya hati ini melangkah dalam sebuah ketidakpastian
Yang membawa tenggelam dalam sebuah jurang
Yang kini membuatnya terperangkap
dan sekuat tenaga berusaha untuk merayap keluar
Demi hidup yang baru, yang jauh lebih bermakna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Cerita Manis Itu - Part 1

Cahaya di Penjuru Hati: Sebuah kisah yang menyihir setiap insan pembaca

Menyelisik Tubuh Gereja HKY Surabaya