Dear best friend . . .


Dulu hidupku begitu sunyi, sepi, dan hampa
Banyak orang silih berganyi datang dalam hidupku
Meninggalkan jejak tipis
Yang hilang begitu saja tertiup angin
Semua yang kumiliki, bukan yang kuinginkan
Semua yang kujumpai, bukan yang kuharapkan
Semua mimpi terkubur dalam lautan putus asa
Tak ada lagi senyuman dan tawa bahagia yang menghiasi hariku
Hanyalah sebuah senyuman dan tawa palsu yang mengisi hariku
Sampai suatu saat
Kau menjumpaiku secara tidak sengaja
Sejak itulah kurasakan ikatan diantara kita
Ikatan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata
Ikatan yang tak bisa dilukiskan di atas kain kanvas sekalipun
Ikatan yang tak terpisahkan diantara kita
Maaf jika aku tak bisa memberikan banyak hal padamu
Maaf jika sering kali aku melukaimu
Maaf jika kutak bisa jadi seorang sahabat yang baik untukmu
Maaf jika aku tak sanggup menjadi pundak tempatmu bersandar di kala duka
Tapi, kumohon terimalah pemberianku ini
Yang sederhana dan tak bernilai
Yaitu waktuku, perhatianku, dan kasihku yang tak pernah berhenti mengalir
Untukmu, sahabatku
Sahabatku, kucinta kau selamanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Cerita Manis Itu - Part 1

Cahaya di Penjuru Hati: Sebuah kisah yang menyihir setiap insan pembaca

Menyelisik Tubuh Gereja HKY Surabaya